Puisi Untuk SUKARELAWAN

SEBONGKAH ASA
Oleh Siska Irma Diana

Tirai mentari terhempas diteras pagi
Sang surya nampak mulai meninggi
terhenti sorot mataku disana
Barisan pejuang nyawa siap siaga
Tegak tersentak aku menatapnya
Sejenak aku tertawa bersama udara
Hahahaha kisah yang gila
Berjuang untuk terlunta-lunta
Mereka berlalu landai menyapaku
Terselip senyum penuh asa tanpa ragu
Sontak Aku termangu dibawah langit biru
Senyuman diwajah  itu seolah menamparku
Kini aku terkurung malu
Membungkam tawa menusuk pilu
Kutatap jejak mereka yang berliku
Berderai keringat berselimut panas yang pekat
Aku terdiam membisu seperti batu
Oh tuhan, betapa mulia makhluk itu
Laksana permata diporos dunia
Rela Menderita tanpa harap iba
Engakau mengembara diatas tumpukan raga
Kau papah mereka dengan penuh cinta
Meski udara memintamu menyerah
Kau bangkit dengan gagah perkasa
Kini bencana terbujur merana
Tak mampu mengunyah nyawa menelan korban
Karena jasamu wahai relawan
Andai kau tak ada didunia
Pasti bumi Bergelimang air mata
Lampung, 22 Desember 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Penyesalan

Puisi Bapak Negeriku

Puisi Jarak Menyekat Jumpa