Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Puisi Jarak Menyekat Jumpa

JARAK MENYEKAT JUMPA Oleh Siska Irma Diana Sunyi menyulam kesendirian   dibatas hari Dikala jarak menjadi sekat yang menjulang tinggi Atas hati yang meniti alur hidup seorang diri Dikau masih alasan semua rindu ini Namun harapku menepis jumpa yang fiksi Adakah kiranya kau rasa perih ini Rinduku teramat mencabik kedalaman hati Langitpun telah menua menyaksiakan celotehan mimpi Tapi aku masih terpaku di ujung lukaku Dukakah yang harus bersaksi atas semua pinta Ketika anganku terendam kenangan tempo lalu Kembalilah duhai kekasih hatiku Daku merenta mendamba kepulanganmu Lampung, 1 Juni 2016

Puisi Ketika Luka Menduri

KETIKA LUKA MENDURI Oleh Sizqa ID Sepanas mentari mengeram bumi Membara hati diketinggian derajat emosi Dikala sukma menggantung rasa Tersimpul janji yang mengerat luka Dapatkah hujan air mata meredam amarah Menjinakkan titik titik bara dalam kalbu jiwa Dari langit geram yang berkawan duka Kiranya pelangi datang menyapa bersama senja Sebelum petang mengurungku dalam sangkar durja Izinkan daku menenggak secangkir bahagia Sebelum seisi jiwa kembali meluka Lampung, 26 Juli 2016

Puisi Selendang Ilusi

SELENDANG ILUSI Oleh Siska Irma Diana Dalam kepingan malam Ku rajut rasa yang padam Ditelan sepenggal harap yang membayang Tentang kenangan yang mulai rumpang Dari benak insan yang sempat menyayang Tersesat mengunyah penyesalan Bersama raga yang serba salah Lantaran seperangkat cinta yang dilanda amarah Kini sepi meracun hati Luka menerpaku seorang diri Sebab mustika hatiku tlah mati Adakah kiranya kau datang lagi Menepis rindu yang berselendang ilusi Lampung, 17 Februari 2016

Puisi Aku dan Amarahmu

Aku dan Amarahmu Oleh Siska Irma Diana Dalam lembaran kisah lampauku Ku petik senar luka yang menderu Hanyut dan lenyap dicerna sang waktu Menyisakan lembaran pilu tak berabu Bersama seperangkat luka dihatiku Selaksa tersapu sesal bercampur rindu Tiada guna ku memagar cinta Jika kau hujam dengan panah amarah Lalu kau bakar dengan bara luka Sampai cintaku terkapar mengembara Diatas taman kecewa aku mengunyah derita Menyibak bayang pemarah dipangkuan masa Kini malam semakin meredam Bersama langit yang masih berdiam Meratapi raut wajahku yang gagu Merajut serpihan masa lalu dipadang sembilu Angin mengeja air mataku Menampar rasaku yang keliru Sebab aku dan amarahmu Lampung, 18 Februari 2016

Puisi Seorang Perindu

SEORANG PERINDU Oleh Sizqa ID Terlena sukma dalam ritma berlagu Membelai pandang diantara debu yang berlalu Gemuruh kalbu menikam lisan bisu Kala langit melukis kehitaman kisahku Ku tahu… Dalam diam bersemayam panah rindu Pekikan pilu harmoni dalam sendu Laksana mentari enggan bersinar untukku Aku… Bak terpaku menggenggam waktu Tenggelam diperaduan senjaku Senja dari seorang perindu Lampung, 10 Juli 2016