Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Cerpen Mengharukan

NESTAPA Siska Irma Diana Berangkat pagi dan menyapu halaman disisi gedung tinggi adalah profesi yang tiga tahun belakangan ini kugeluti. Aku sadar, menjadi anak yatim piatu tidaklah mudah untuk mengais asa seorang diri. Diatas tanah republik ini, saksi pilu bencana yang membuat orangtuaku menyatu dengan ibu pertiwi. Tak tahu persisnya. Aku hanya mendengar cerita dari mulut tetangga. Tentang sejarah hidupku yang porak-poranda. Setidaknya seorang penyapu lebih mulia dari seorang pengemis yang hanya bisa menengadahkan tangannya. Begitulah kata pak ustad yang menasehatiku di masjid tempatku beribadah. Ya, aku memilih menjadi seorang penyapu halaman meski usiaku belum genap 10 tahun. Aku bersikeras untuk tidak mengikuti jejak teman-temanku yang berprofesi sebagai pengemis ibukota. Meskipun aku tidak bersekolah layaknya anak-anak seusiaku tapi aku juga punya cita-cita. Berharap disuatu masa aku menjadi mentri kesejahteraan sosial, terlebih untuk mensejahterakan anak-anak terlant...

Cerpen Love

MERINDUKAN   PELANGI Siang ini Rendi kembali menunggu jemputan untuk pulang ke rumah.   Anak berumur 13 tahun yang rupawan ini   adalah anak semata wayang dari pak Ardi dan Bu Nia. Bersekolah di tempat yang elit bukanlah tidak mungkin untuk bocah pecinta game seperti dirinya. Setelah lama menanti didepan gerbang sekolah, datanglah pak Amir supir yang menjemput kepulangan Rendi. Baru beberapa langkah berlalu menuju mobil, sebuah benda terjatuh dari tasnya. Seseorang berpakaian kumuh memungut benda itu, belum sempat ia menghampiri pemilik benda na’as ini, namun sayang kendaraan Rendi lekas melaju dengan cepat. “Dari mana aja sih mah kok baru pulang”, keluh Rendi. “Aduh anak mama ini kaya gak tau aja deh, mama arisan sama temen-temen mama lah sayang”, Balas Bu Nia. Begitulah kehidupan Rendi tinggal di rumah megah namun terasa begitu hampa ayah dan mamanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Ke-esokan harinya. Rendi kembali ke sekolah seperti biasa. “Re...

Cerpen Kisah Sahabat

BUKAN PILIHAN Oleh Siska Irma Diana             Kesekian kali kuhirup secangkir teh hangat dihadapanku. Bersama hidangan kue buatan bunda yang tiada tandingannya.   Udara sejuk dipagi ini menjadi teman setiaku bersama bunga warna-warni disisi kanan dan kiri.             Tak lama, sosok berawak   tinggi dan kurus menyapaku dari balik pagar. Perlahan mengusik damaiku hingga memudar.             “Permisi, dengan mbk Mikha?”             “Iya, ada apa ya pak?” aku bertanya setengah heran.             “Ini ada surat”             Aku kembali   terheran, seketika kubaca nama discover itu “AISYAH SAHABATMU.” Sepenggal kalimat ini sempa...

Kisah Cinta Tak Sampai

BANGKAI MASA LALU Oleh Siska Irma Diana Cinta adalah sumber kebahagiaan sekaligus nyawa kedua yang dimiliki manusia didunia sehingga orang berlomba-lomba untuk memperebutkan cinta dengan beragam cara . Begitulah pendapat orang kebanyakan. Namun sayangnya teori itu tidak berlaku bagi seorang Reni Andini seperti diriku. Memanglah lumrah, jika remaja jatuh cinta dan dilanda asmara. Tapi bagaimana jika cinta tersebut justru menjadi sumber derita yang menghancurkan semuanya.Ya, begitulah kiranya yang kini kurasa.             Banyak orang yang mengenal diriku sebagai sosok wanita yang pendiam nan menyukai kesunyian. Tapi jauh dibalik itu semua, aku menyimpan dendam cinta yang teramat mendalam terhadap kaum adam.             Dua tahun silam, tepatnya ketika aku duduk dibangku SMA. Sama sekali belum mengenal sepenggal kata manis bak gulali yang kebanyakan orang menyebutny...

Kisah Cinta

JODOH TERINDAH Pagi mulai menjelajah disudut bumi. Suara kicau burung memaksaku bangun dari kenyamanan bermalamku. Seperti biasa, pagi-pagi sekali aku harus bergegas menuju ke pasar membawa dagangan bersama ibuku. Selama libur kuliah aku mengisi kekosongan waktu untuk pulang ke desa membantu orangtuaku, lebih tepatnya ibu. Karena semenjak ayah meninggal 2 tahun lalu, ibulah yang bersusah payah menghidupi diriku juga membayar uang kuliahku anak semata wayang yang menjadi harapan terbesar bagi ibu. Begitulah kata-kata yang selalu ibu utarakan terhadap diriku. Sinar mentari mulai menyilau di ufuk sana. Ku bawa tumpukan pakaian diatas motor dan melaju berkendara. Hingga tibalah aku di pasar Andalan. Begitulah nama pasar yang memang menjadi andalan di desaku. Pasar yang lumayan besar untuk desa kecil seperti desa Kenanga. Setelah kuletakkan barang yang terikat itu aku kembali untuk menjemput ibu. Bukkk “Astagfirullah haladzim!!” “Aduuh” “Ma’af   ma’af, saya tidak seng...

Cerpen Kisah Cinta Remaja

Akhir   999 Oleh Siska Irma Diana “Mengapa tempat ini begitu asing bagiku,” Diana mengedipkan mata sekali lagi, memastikan bahwa ia sedang berada ditempat yang belum pernah ia singgahi. Tiada tanda-tanda kehidupan disana, hanya derap langkahnya yang terdengar beradu. Lima langkah kakinya berlalu. Dua sosok manusia terbidik tepat dalam pandangannya. Sejenak ia terpaku keheranan, bersama dengan kebingungannya Dian menghampiri mereka. “Ma’af, bolehkah saya bertanya,” Diana mengajukan pertanyaan dengan terbata. Dua manusia itu sontak berbalik badan merespon pertanyaan Diana . Seketika itu pula bom atom terasa memenuhi hati Diana. Rasa ingin ia mati saat itu juga, terkapar lemah batin Diana melihat kekasihnya bersanding mesra dengan wanita yang begitu sempurna. “Ada apa ya mbak?” “Andi!” “Siapa yang mbak maksud, saya Rian bukan Andi.” Timpal lelaki itu dengan yakin. “Jangan mengelak lagi, kamu benar-benar Andi. Tapi apa maksudmu dengan semua ini?”   “...

Cerpen Anak Sekolah

Aku dan Pak Tua Oleh Siska Irma Diana Pukul   07.00 WIB             “Masyaallah ADIIIIITTT!! Matahari udah tinggi masih aja tidur, dasar kebo. Bangun!!!,”             “Apaan sih kak masih ngantuk tau.”             “Lihat ini jam berapa.” Kak Resti meletakan jam alarm itu tepat didepan mataku.             “Alah kak masih pagi,” sembari memejamkan mata.             Kak Resti mengabaikan tubuhku yang kembali terbaring nyaman dan berlalu begitu cepat meninggalkanku bersama sepenggal kalimat terakhirnya.             “Terserah deh, yang penting hari ini kakak bisa lihat Mama dan Papa berangkat.”        ...