Cerpen Mengharukan
NESTAPA Siska Irma Diana Berangkat pagi dan menyapu halaman disisi gedung tinggi adalah profesi yang tiga tahun belakangan ini kugeluti. Aku sadar, menjadi anak yatim piatu tidaklah mudah untuk mengais asa seorang diri. Diatas tanah republik ini, saksi pilu bencana yang membuat orangtuaku menyatu dengan ibu pertiwi. Tak tahu persisnya. Aku hanya mendengar cerita dari mulut tetangga. Tentang sejarah hidupku yang porak-poranda. Setidaknya seorang penyapu lebih mulia dari seorang pengemis yang hanya bisa menengadahkan tangannya. Begitulah kata pak ustad yang menasehatiku di masjid tempatku beribadah. Ya, aku memilih menjadi seorang penyapu halaman meski usiaku belum genap 10 tahun. Aku bersikeras untuk tidak mengikuti jejak teman-temanku yang berprofesi sebagai pengemis ibukota. Meskipun aku tidak bersekolah layaknya anak-anak seusiaku tapi aku juga punya cita-cita. Berharap disuatu masa aku menjadi mentri kesejahteraan sosial, terlebih untuk mensejahterakan anak-anak terlant...