Puisi Haru
DIBELENGGU
AIR MATA
OLEH
SISKA IRMA DIANA
Kisahku
kisah nestapa
Tentang
duka dibalik tirai tawa yang membuana
Bersemayam
teduh dalam sepenggal raga
Dari
sosok insan yang sederhana
Bintang
bercerita tentang kisahnya
Pada
bulan yang membias senyum disinggasana
Nampak
gurau tumpah ditengah kata
Pikir
sang bulan yang megunyah tawa
Menampar
hati si bintang yang tengah terluka
Kiranya
bulan keliru menimba rasaku
Tak
nampakkah asa yang mulai layu
Sedang
masaku terpaut dalam secarik diary kelabu
Tentang
sisa napas yang penuh goresan waktu
Tuhan…
Daku
letih terkurung mimpi
Lukaku
telah membungkam semua memori
Ragaku
terendam peluh sakitnya kemoterapi
Mengenyam
waktu bersama celotehan sepi
Kapan
ia beranjak dari tubuh ini
Kanker
yang mengakar tanpa hati
Mengurung
harapan dalam segenap ilusi
Usaikan
semua Tuhan…
Ku
hanya ingin merangkai komposisi kedamaian
Meski
langit redam dan langit terus terdiam
Menyaksika
histori yang sedang kuanyam
Disisa
waktu yang nyaris tenggelam
Aku
masih tertahan
Hanya
air mata yang bisa menjelaskan
Perihnya
hidup menanti kematian
Lampung, 17 Maret
2016
Komentar
Posting Komentar