Puisi Tentang Kesedihan
SAMUDERA
AIR MATA
OLEH
SISKA IRMA DIANA
Desis
angin malam menyapaku dipersimpangan sunyi
Berderap
kisah lama tanpa seberkas teori hati
Nampak
pekat dari komposisi ingatan
Namun
perlahan enyah dari relung perasaan
Salahkah
rasa ini yang tertinggal
Dari
secarik cinta yang terabaikan
Oleh
insan yang sempat menyayang
Kini
waktuku kian tenggelam dicerna malam
Bersama
napas harapan yang terbuang
Selaksa
air mata yang terkuras percuma
Sebab
luka dan kecewaku telah mengudara
Menggadaikan
rasa yang sarat sengsara
Didermaga
derita aku masih bertapa
Menanti
air mata menjadi samudera
Lampung, 8 Maret 2016
Komentar
Posting Komentar